Perencana sebagai etnografer: memperluas jangkauan penataan kota dan wilayah

Berangkat dari sebuah pertanyaan "pentingkah kota ditata?", maka perlu "menertibkan kembali" nalar perencanaan kota di Indonesia.

Adventure Backpack/ Tirachard Kumtanom - Pexels

Berangkat dari sebuah pertanyaan “pentingkah kota ditata?”, episode kali ini bermuara pada upaya “menertibkan kembali” nalar perencanaan kota di Indonesia. Sejumlah autokritik pun muncul, antara lain menyangkut jangkauan, basis, metodologi, dan tujuan perencanaan.

Lalu, adakah wacana untuk memperbaikinya? Apakah gagasan “perencana sebagai etnografer” dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kepekaan para perencana terhadap kehidupan dan kebutuhan masyarakat?

Bersama Indrawan (Mahasiswa PhD, ‎Humboldt-Universität zu Berlin) dan Meyriana (Dosen Perencanaan Kota dan Real Estate UNTAR), simak episode ke-5 Teras Kota berikut ini:

Narasumber

Indrawan Prabaharyaka
Mahasiswa PhD, ‎Humboldt-Universität zu Berlin

Meyriana Kusuma
Dosen Perencanaan Kota dan Real Estate, UNTAR

Penting, mengubah metodologi hingga pedagogi pengajaran perencanaan kota untuk membuat perencana lebih peka terhadap kehidupan dan kebutuhan masyarakat.

Indrawan Prabaharyaka

_____

Podcast Teras Kota dapat didengarkan di Spotify, iTunes, atau platform lainnya

Beri tanggapan