Pakaian kita dari tekstil tapi kemana limbahnya setelah tak digunakan?

Kunci utama menanggulangi dampak limbah tekstil adalah menyadari bahwa penggunaannya melekat dengan kebutuhan dasar kita sehari-hari.

Pakaian - Pexels/ Ylanite Koppens
Pakaian - Pexels/ Ylanite Koppens

Pakaian memang merupakan kebutuhan primer namun tahukah kamu kalau limbah tekstil -bila tidak dikelola dengan baik- memiliki dampak yang besar terhadap kerusakan lingkungan?

Sebuah komunitas anak muda yang bergerak pada misi penyelamatan limbah tekstil untuk kelestarian lingkungan, Sadari Sedari, mengungkapkan bahwa sisa pakaian berpolyester berpotensi menghasilkan 500 ribu microfiber yang sama dengan 50 Miliar botol plastik.

Pada episode kali ini, Teras Kota mengajak Nabila Kushaflyki, Founder Sadari Sedari untuk mendiskusikan sejumlah hal terkait kemana dan bagaimana limbah tekstil selama ini diperlakukan dan apa strategi yang tepat untuk menanggulanginya.

Penasaran mendengar keseruannya? Cekidot dengerin podcast Teras Kota berikut ini:

Narasumber

Kunci utama menanggulangi dampak limbah tekstil adalah dengan menyadarinya bahwa penggunaannya melekat dengan kebutuhan dasar dan keseharian kita.

Nabila Kushaflyki
Founder Sadari Sedari

Hanya 3% limbah tekstil di seluruh dunia yang berhasil didaur-ulang. Dan penyumbang microplastic terbesar di laut, selain plastik, adalah limbah cuci pakaian.

Nabila Kushaflyki

____

Podcast Teras Kota dapat didengarkan di Spotify, iTunes, atau platform lainnya

Beri tanggapan