Mempertanyakan logika pemerintah memindahkan ibu kota negara

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota nampaknya kurang matang karena logika yang dipakai–pemerataan dan daya dukung Jakarta–masih lemah.

Siapa peduli angkutan “angkot” kota

Angkot pernah berjaya sebagai tumpuan transportasi warga seantero Sleman, hingga pertengahan tahun 2000-an.

Mereka yang bersemayam di landasan pacu Bandara Internasional Baru Yogyakarta (NYIA)

Bandara hanya akan dilihat sebagai sekadar bandara. Ia tidak dilihat sebagai ruang yang berubah dan orang-orang yang “disingkirkan".

Pilpres 2019: menelusuri arah pembangunan kota-kota di Indonesia

Pilpres mestinya juga dijadikan momen untuk mempertanyakan apa saja program masing-masing pasangan calon (paslon) terkait pembangunan perkotaan di Indonesia?

Reformasi angkutan umum cegah konflik pengembangan Bus Rapid Transit (BRT)

Persaingan yang kurang sehat antar pengusaha angkutan umum sudah semestinya dihindari agar strategi mengatasi kemacetan kota dapat berjalan optimal.

Transportasi online di Indonesia sukses, tapi kerja pengemudi rawan

Indonesia telah mengubah aturan transportasi online demi persaingan sehat. Namun pemerintah belum membahas masalah ketidakpastian dan kerawanan pekerjaan yang dialami pengemudi.

Menjelaskan kebiasaan meludah dan penyebaran penyakit di perkotaan

Sebenarnya, bila dipahami sebagai bagian dari hak asasi manusia, meludah adalah hal yang sah-sah saja. Akan tetapi, prinsip hidup yang juga mendasar tetap perlu dipegang, yaitu menghargai insan yang lain.

Mengintip Suroboyo Bus, wajah baru angkutan masal

Berkat fasilitas dan cara pembayarannya yang inovatif, Suroboyo Bus tidak hanya tersohor di di dalam negeri tetapi juga sudah di dunia. World Economic Forum pernah mempublikasikan video tentang Suroboyo Bus sebagai moda angkutan yang turut berkontribusi pada kelestarian lingkungan.

Mungkin kamu sukai