Ilustrasi: Kota Cerdas/ Pexels - Helena Lopes

Pengelolaan mahadata membuat kota lebih responsif

Mahadata (big data) menjadi harta karun pengelolaan kota di masa depan. Kemampuan mengelolanya menjadi modal dasar membangun kota-kota yang lebih responsif.
Ilustrasi: Jalur kereta perdesaan/ Pexels - Tom Fisk

Apa yang ‘baru’ dari rezim ‘baru’ pembangunan desa?

Kalau dulu, desa-desa akan maju bila Indonesia-nya maju, sekarang Indonesia akan maju bila desa-desanya telah maju.
Foto: Suasana trotoar Tanah Abang dipenuhi oleh PKL, Jakarta,24 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

Jalan dan peranannya sebagai ruang publik kota

Ada perbedaan makna 'street' dan 'road'. Namun, di Indonesia, diartikan serupa: jalan. Mana yang perlu kita klaim sebagai ruang publik kota?
Foto: Sejumlah pengendara bermotor menggunakan trotoar di jalan Sudirman, Jakarta, (13/3). TEMPO/Aditia Noviansyah

Memenangkan paradigma arus balik transportasi perkotaan

Kendaraan bermotor pribadi semakin menguasai ruang kota. Inikah saatnya mengarusbalikan paradigma transportasi perkotaan?

Berbenah kota dengan seni KonMari

Menata kota dengan seni berbenah rumah ala Jepang -KonMari- bagaimana bisa?
Foto: Seoul's Cheonggye Stream/ cityclock.org - Kimmo Räisänen

Minim ruang terbuka publik? Belajar “menyulap” dari tiga kasus di kota-kota ini

Yuk belajar dari tiga kasus ini: menyediakan ruang publik di tengah terbatasnya lahan perkotaan.
Foto: Antrian kendaraan di BSD City/ Rendy Diningrat

Penduduk kota ‘baru’ berjibaku ke Jakarta setiap hari: mengapa?

Untuk mengelola urbanisasi, para perencana kota sering kali menggunakan strategi pembangunan kota baru (new town development), tapi mengapa masih mengalami ketergantungan?

Mungkin kamu sukai