Foto: Seoul's Cheonggye Stream/ cityclock.org - Kimmo Räisänen

Minim ruang terbuka publik? Belajar “menyulap” dari tiga kasus di kota-kota ini

Yuk belajar dari tiga kasus ini: menyediakan ruang publik di tengah terbatasnya lahan perkotaan.
Ilustrasi: Kerumunan manusia/ Pexels - San Fermin

Pilpres 2019: menelusuri arah pembangunan kota-kota di Indonesia

Pilpres mestinya juga dijadikan momen untuk mempertanyakan apa saja program masing-masing pasangan calon (paslon) terkait pembangunan perkotaan di Indonesia?
Foto: Ojek Online Indonesia/ Rendy A. Diningrat

Transportasi online di Indonesia sukses, tapi kerja pengemudi rawan

Indonesia telah mengubah aturan transportasi online demi persaingan sehat. Namun pemerintah belum membahas masalah ketidakpastian dan kerawanan pekerjaan yang dialami pengemudi.
Foto: Suasana trotoar Tanah Abang dipenuhi oleh PKL, Jakarta,24 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

Jalan dan peranannya sebagai ruang publik kota

Ada perbedaan makna 'street' dan 'road'. Namun, di Indonesia, diartikan serupa: jalan. Mana yang perlu kita klaim sebagai ruang publik kota?
Ilustrasi: Kampung kota/ Pexels - Tom Fisk

Kampung: sebuah manifestasi oeuvre?

Oeuvre merefleksikan estetika yang tidak sekedar ‘bedak’ untuk wajah kota tetapi keindahan yang diproduksi secara kolektif sesuai dengan sosio-kultural warga sehingga tumbuh kenikmatan ‘meruang’.

Berbenah kota dengan seni KonMari

Menata kota dengan seni berbenah rumah ala Jepang -KonMari- bagaimana bisa?
Foto: Pembangunan Jalur LRT Jakarta/ Rendy Diningrat

9 mitos pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD)

Meskipun semakin marak, pada kenyataannya penggunaan label TOD seringkali sekedar jargon atau gimmick. Ada apa?
Foto: Bangunan Vertikal di Jakarta/ Rendy A. Diningrat

Bisakah aturan lantai bangunan atasi krisis hunian di Jakarta?

Di Jakarta, hunian layak seringkali tidak terjangkau. Sebenarnya, bisakah ‘layak’ dan ‘terjangkau’ hadir bersamaan tanpa mengorbankan salah satunya?

Mungkin kamu sukai